Setiawan as-Sasaki

Home » MUTIARA KATA ISLAMI » M. Anis Matta, Lc.

M. Anis Matta, Lc.


Sumber: Facebook

Sumber: Facebook (M Anis Matta Full)

Kata adalah sepotong hati. Kekuatan kata dibentuk oleh muatan pikiran yang dikandungnya serta kadar emosi yang menyertai, saat ia lepas dari mulut atau pesan. Pikiran-pikiran yang kuat tersusun secara sistematis dalam logika, terbangun dari kerangka referensi yang luas, solid, integral, dan terekam secara jelas sejelas matahari dalam benak. Kata yang meluncur dari kekuatan demikian, niscaya akan mempesona dan membekas dalam jiwa.

Keyakinan dan emosi yang menyertai kata sesungguhnya merupakan ruh yang memberikan kehidupan kepada kata itu. Maka ada kata yang lahir dan langsung mati, karena ia tidak mempunyai ruh, walaupun kata itu dibalut oleh ribuan hiasan. Ada pula kata yang tampak sederhana tapi lahir dengan membawa ruh kehidupan, maka ia menjelma dalam kenyataan dan menjadi abadi dalam sejarah.

Kata merupakan salah satu indikator yang paling akurat untuk mengukur kadar keluasan wawasan dan kedalaman pengetahuan seseorang di satu sisi dan di sisi yang lain, warna dan jenis kepribadiannya. Kata yang tertulis mungkin lebih banyak menunjukkan wawasan dan pengetahuan seseorang dibanding warna dan jenis kepribadiannya. Tetapi, kata yang terucap dapat menunjukkan wawasan dan pengetahuan serta kepribadian seseorang sekaligus.

Di tengah semua perkembangan psikologis, sosial, dan politik yang dialami dunia Islam, maka bibit yang telah ditebar di atas tanah yang subur suatu hari nanti akan menampakkan hasilnya. Karena sesungguhnya gagasan yang tertancap kuat dalam hati nurani manusia dan menjadi bagian organik dari dirinya tidak akan pernah lenyap tertelan kefanaan. Yang sesungguhnya terjadi adalah bahwa gagasan itu menempuh jalan berliku di setiap sudut nurani, lalu tiba-tiba saja ia meluncur keluar dan menampakkan diri pada jenak-jenak historisnya, bahkan dengan wajah yang sama sekali baru.

Kita tidak bisa mengubah masyarakat secara sekaligus, tetapi bertahap. Dan tahapan pertama itu mengubah komponen kecil dari masyarakat itu, individu. Kalau individu tidak berubah, maka masyarakat tidak bisa berubah. Supaya proses perubahan individu cepat berpengaruh pada perubahan masyarakat, maka individu yang akan kita ubah itu adalah individu yang mempunyai dua kualitas. Yaitu kualitas yang siap berubah dan mampu mengubah.

Sumber:
M. Anis Matta, 2006, Menuju Cahaya: Recik-Recik Tarbiyah dan Dakwah, Jakarta: Fitrah Rabbani
Cetakan ke-1, Juli 2006

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: