Setiawan as-Sasaki

Home » MUTIARA KATA ISLAMI » Hasan al Banna (1906-1949)

Hasan al Banna (1906-1949)


eplume.files.wordpress.com

eplume.files.wordpress.com

Islam adalah sistem yang menyeluruh, mencakup seluruh aspek kehidupan. Islam adalah negara dan tanah air; pemerintahan dan umat; moral dan kekuatan; kasih sayang dan keadilan; wawasan dan undang-undang; ilmu pengetahuan dan hukum; materi dan kekayaan alam; penghasilan dan kekayaan; jihad dan dakwah; atau pasukan dan pemikiran.

————————————————————————————————-

Al-Qur’anul Karim adala Kitab komprehensif; Allah Subhanahu wa Ta’ala menghimpun didalamnya dasar-dasar keyakinan, prinsip-prinsip kemaslahatan sosial, kaidah-kaidah global tentang aturan keduniaan, beberapa perintah, dan berbagai larangan.

Dakwah-dakwah agama bertumpu pada keimanan sebelum harta, dan bertumpu pada aqidah sebelum kekayaan yang fana. Karena itu, jika telah tersedia mukmin yang benar, maka akan tersedia bersamanya seluruh sarana menuju sukses.

Ada makna lain dalam afiliasi kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala yang akan ditemukan oleh orang yang melakukannya. Yaitu curahan iman yang meluap dan keyakinan akan keberhasilan yang selalu meyelimuti hatimu, hingga engkau tidak takut kepada semua manusia dan tidak gentar pada seluruh alam, meski mereka semua berdiri tegak di hadapanmu untuk mengganggu aqidah dan menodai ideologimu.

Kekuatan spiritual yaitu akhlak yang luhur, jiwa yang mulia, keyakinan dan pengenalan pada hak-haknya, tekad yang kuat, pengorbanan dalam menunaikan kewajiban, dan kesetiaan yang mendasari kepercayaan dan persatuan. Dan, dari kepercayaan dan kesatuan itulah lahirnya kekuatan.

Sesungguhnya, apabila umat terbuai kenikmatan, terlena oleh kemewahan, tenggelam dalam kemilau harta benda, tertipu oleh pesona bunga-bunga dunia, dan melupakan kesiapan menghadapi berbagai kesulitan, melawan berbagai bencana, dan berjihad di jalan kebenaran, maka katakanlah “Salam kematian,” pada kehormatan dan cita-citanya.

Orang berakal adalah orang yang mau merenungkan suatu masalah sebelum terjadinya dan menyiapkan bekal untuk menghadapinya.

Kami adalah politikus dalam arti kami peduli terhadap umat didorong keyakinan bahwa kekuatan eksekutif adalah bagian dari ajaran dan hukum Islam, bahwa kebebasan berpolitik dan jati diri bangsa adalah bagian dari rukun dan kewajiban Islam.

Umat ini sangat membutuhkan pembanguan jiwa, pengokohan akhlak, dan pembetukan kader-kadernya pada mentalitas kesatria yang benar, sehingga dapat tegar menghadapi berbagai tantangan dan mampu mengatasi berbagai kesulitan yang menghadang.

Sesungguhnya, kader adalah rahasia kehidupan umat dan motor penggerak kebangkitannya. Sejarah seluruh umat adalah sejarah para kadernya yang cerdik, memiliki kekuatan jiwa, dan kebulatan tekad. Kuat atau lemahnya umat diukur dengan tingkat kesuburannya melahirkan kader-kader yang memenuhi syarat kesatria yang benar. Saya yakin bahwa satu orang kader dapat membangun umat jika sifat kesatrianya benar. Juga mampu menghancurkan umat jika sifat kesatrianya di arahkan pada aspek penghancuran, bukan pembangunan.

Kunci keberhasilan dalam setiap kebangkitan adalah tersedianya manhaj tertentu dan orang-orang yang bekerja sejalan dengan manhaj itu, tanpa bosan, tanpa kendur, tanpa jenuh, dan tanpa merasa berjasa.

Sumber:
Hasan al Banna, 2006, Kumpulan Risalah Dakwah Hasan Al-Banna Jilid 2, Jakarta: Al-I’tishom Cahaya Umat
Judul Asli: Majmu’atur Rasail
Penerjemah: Khozin Abu Faqih, Lc. & Burhan, M.A.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: