Setiawan as-Sasaki

Home » DAKWAH KAMPUS UNRAM » Jadilah Kader Militan!

Jadilah Kader Militan!


Sumber: alymerenung.files.wordpress

Sumber: alymerenung.files.wordpress

Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.s. Muhammad [47]: 7)

Berbicara tentang dakwah kampus maka kita tidak bisa terlepas dari pembahasan mengenai kader yang ada pada lembaga itu. Karena seperti apa lembaga dakwah bisa kita tahu dari bagaimana kadernya. Dakwah kampus dalam sebuah universitas saat ini sudah sangat luas sekali cakupannya. Sehingga membentuk KADER yang MILITAN adalah sebuah keharusan. Ini demi tetap terjaganya eksistensi dakwah di sebuah kampus.

Cakupan dakwah kampus terkait dengan sejauh mana kemajuan lembaga dakwah tersebut. Semakin berkembang dan maju maka cakupannya akan lebih luas. Yang saya maksud disini adalah kader-kadernya. Sebagai contoh Institut Teknologi Bandung (ITB). Di kampus ini dakwah kampusnya sudah tertata rapi. Di tiap program studi ada namanya Lembaga Dakwah Program Studi (LDPS), LDF untuk tiap fakultas dan LDK -Gamais ITB- untuk ditingkat Universitasnya. Selain itu ada yang namanya dakwah siyasi & Ilmy; KAMMI -eksternal kampus-, BEM dan lembaga-lembaga umum lainnya yang ada disebuah kampus. Serta sistem kaderisasinya malah menjadi standarisasi nasional untuk dakwah kampus di seluruh Indonesia. Berkembang dan maju kan…

Menjadi kader militan tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena ia tidak menyangkut seorang individu melainkan banyak orang. Tentu tahapan-tahapan dan proses panjang harus dilalui dengan penuh keseriusan untuk mencapainya. Kalau kadernya sedikit mungkin tidak begitu susah untuk mewujudkan kemilitansian kader, tapi bagaimana jika jumlah kader dalam suatu lembaga dakwah banyak? Mungkinkah?

Fenomena inilah yang saya lihat di kampus tercinta kita; Kampus Seribu Cemara; Universitas Mataram. Kadang ketika kita mengikuti sebuah agenda dakwah yang dimana pematerinya adalah alumni dari kampus ini sungguh ketika penyampaian materi kadang-kadang dan mungkin keseringan kita terpukau dengan kemilintansian kader-kader terdahulu. Mereka, bisa saya katakan ditengah keterbatasan jumlah kader dan teknologi saat itu yang jauh berbeda dengan hari ini, tapi dakwah mereka sarat nilai perjuangan, pengorbanan dan  kesungguhan dibingkai hangatnya ukhuwah.

Dulu kami pergi liqa’ dan syura’ jalan kaki, untuk menginformasikan bahwa ada ta’limat, undangan syura’ atau bahkan acara besar kader harus berkunjung ke tiap-tiap kost dengan membawa kertas undangan; kertas A4 dibagi empat. Katanya dengan penuh semangat. Ya, begitu banyak cerita tentang milintasi dari kader-kader terdahulu. Pertanyaannya adalah kenapa sekarang banyak dari kita (baca: secara umum) tidak terlihat sedikitpun kemilitansian itu dalam meniti jalan dakwah ini. Dan walaupun ada tapi ala kadarnya saja. Apakah karena banyaknya kader sehingga semua ini bisa terjadi? Ataukah pemahaman kita tentang dakwah ini yang kurang? Ya kedua-duanya mungkin saja. Atau entahlah mungkin ada faktor lain.

Tapi yang terpenting sekarang adalah bukan terus membanding-bandingkan kader terdahulu yang militansinya luar biasa dengan kader sekarang yang kurang militansi. Lebih dari itu kita seharusnya memperhatikan dan memikirkan bagaimana sebaiknya. Lalu membuat blue print perkembangan kader mungkin. Atau strategi-strategi lainnya untuk mengatasi hal tersebut.

Karena…

Militansi adalah kemampuan mengkomparasikan seluruh pikir, sikap dan gerak hanya untuk memperjuangkan ide dan prinsip Islam. Sehingga seluruh elemen ruhiyah, fikriyah dan jasadiyah terfokus pada satu azzam, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah rabb semesta alam. Militansi juga merupakan wujud dari konsistensi dan komitmen seorang jundi atau kader dakwah. Seberapa besar kita bertahan dalam dakwah ini, seberapa besar kita dapat bertanggung jawab dalam janji-janji kita sebagai seorang muslim dan seberapa besar pula kita semangat untuk tetap mengharap ridhaNya. Ridha Allah ‘Azza wa Jalla, rabb penggenggam ruh manusia. (Agus Supriyadi)

Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual-beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung. (Q.s. At-Taubah [9]: 111)

Maka…

Teruntuk kita semua ADK Universitas Mataram, mari bangun komunikasi dan koordinasi serta senantiasalah berusaha semaksimal mungkin di wajihah manapun kita berada. Entah di LDK, MT, BEM, argUMent maupun yang lainnya. Mari kita bangun komitmen bersama dimulai dari diri sendiri, wajihah tempat kita berada dan selanjutnya lembaga yang ada diatas wajihah itu; jama’ah tarbiyah. Sehingga insyaAllah kader-kader militan itu akan terbentuk. Ini mimpiku untuk dakwah kampus kawan, Jadilah Kader Militan…! Wallâhu a’lam bish-shawab.

Ibnul Mubarak mengingatkan, “Betapa banyak amal yang kecil menjadi bernilai besar karena niat, dan betapa banyak amalan besar yang menjadi bernilai kecil karena niat.” Dari saya yang banyak khilaf; masih fakir dalam memahami dakwah; dan yang senantiasa butuh nasihat-nasihat. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi diri saya dan untuk ikhwah semua yang membersamai di jalan ini.

Salam semangat dari saya untuk ikhwah sekalian.

Islamic Centre Al-Hunafa Mataram
17 Desember 2012, Ba’da Shubuh
Wassalam,

R. Setiawan (Sekretaris MT Al-Kahfi 2012 )

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: