Setiawan as-Sasaki

Home » MUTIARA KATA ISLAMI » Sayyid Quthb (1906-1966)

Sayyid Quthb (1906-1966)


Hakikat iman tidak dapat sempurna di dalam suatu jamaah sehingga mereka menghadapi ujian dan cobaan, dan masing-masing personalianya mengetahui hakikat kemampuan dan tujuannya. Kemudian mengetahui “batu-batu bata” yang menjadi unsur bangunannya, sejauh mana masing-masing “batu” itu memikul tanggung jawab, kemudian sejauh mana pula “batu-batu” itu topang-menopang pada saat menghadapi lawan.

Jiwa manusia tidaklah sempurna di dalam kenyataannya. Akan tetapi, pada waktu yang sama ia dapat tumbuh dan berkembang hingga mencapai puncak kesempurnaan yang ditakdirkan untuknya di muka bumi ini.

Kesatuan, saling keterikatan, dan saling berhubungan yang banyak terjadi dalam kaitannya dengan kesalahan yang berdampak pada kemenangan dan kekalahan, maka Allah menetapkan bahwa kekalahan itu berhubungan dengan setan yang mengeksploitasi kelemahan orang-orang yang berpaling disebabkan oleh tindakan mereka.

Sumber:
Sayyid Quthb, 2001, Tafsir Fi Zhilalil Qur’an di Bawah Naungan Al-Qur’an Jilid 4, Jakarta: Gema Insani Press
Judul Asli: Fi Zhilalil Qur’an
Penerjemah: As’ad Yasin, Abdul Aziz Salim Basyarahil & Drs. Muchotob Hamzah
Cetakan ke-1, Maret 2001; Cetakan ke-2, November 2001

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: