Setiawan as-Sasaki

Home » KUTIPAN PENGGUGAH » Ridha pada Takdir

Ridha pada Takdir


Sumber: mohamadkhirjohari.blogspot.com

Sumber: mohamadkhirjohari.blogspot.com

Di dunia tidak ada orang yang lebih dungu dari orang yang ingin menjalin hubungan khusus dengan Allah ‘Azza wa Jalla sekaligus menginginkan semua keinginannya tercapai. Kalau begitu, di mana letaknya ujian? Ambisinya yang tidak masuk akal itu tak akan tercapai, dan sesuatu yang pasti terjadi adalah gagalnya berbagai macam keinginan, tidak dikabulkannya berbagai jenis do’a serta dikalahkan oleh musuh pada kondisi-kondisi tertentu.

Orang yang ingin selalu selamat, ingin senantiasa menang atas musuh dan ingin selalu bebas dari bencana adalah orang yang tidak tahu kewajiban dan tidak memahami kepasrahan.

Bukankah Rasulullah Shallallaahu ‘Alayhi wa Sallam telah diberi kemenangan di Perang Badar, namun telah diperlakukan sebagai orang yang dikalahkan di Perang Uhud? Bukankah beliau telah dihalangi untuk menunaikan ibadah di Baitullah, tetapi kemudian diberi kesempatan untuk menguasainya? Baik dan buruk mesti ada, sesuatu yang baik menuntut lahirnya syukur, sedang sesuatu yang buruk menuntut munculnya permintaan dan do’a. Tapi jika do’a yang telah dipanjatkan tak jua dikabulkan, kita mesti tahu bahwa Allah ‘Azza wa Jalla hendak memberikan ujian dan ingin melihat kepasrahan kepada ketetapanNya.

Saat ujian diberikan iman yang benar akan terlihat, sementara kepasrahan akan memperlihatkan manusia-manusia sesungguhnya. Apabila diwujudkan secara lahir dan batin, ia akan menjadi tanda orang yang sempurna.

Namun jika di hati ada sedikit protes kepada takdir, bukan pada apa yang menimpa (sebab, tabiat manusia memang membenci sesuatu yang menyakitkan) maka ia merupakan tanda lemahnya makrifatullah. Dan bila protes sampai terucap dengan lisan, itu adalah sikap orang-orang tidak berilmu, dan kami berlindung kepada Allah darinya.

*Hal. 382-383*

Sumber:
Ibnu al Jauzi, 2010, Shaid al-Khâtir Nasihat Bijak Penyegar Iman, Yogyakarta: Darul Uswah
Judul Asli: Shaid al-Khâtir
Penerjemah: Abdul Majid, Lc.
Cetakan ke-1, September 2010

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: