Setiawan as-Sasaki

Home » RESENSI BUKU » Masa Lalu, Hari Ini & Hari Esok

Masa Lalu, Hari Ini & Hari Esok


Sumber: Awan's Collections

Sumber: Awan’s Collections

Oleh: R. Setiawan

Judul Buku       : Selamat Malam Kabutku Sayang
Penulis               : I.R. Adi dan Ade Anita
Penerbit            : Gema Insani Press
Cetakan             : Pertama, Mei 2005
Tebal Buku       : 212 Halaman
Ukuran              : 18 cm
ISBN                   : 979-561-996-9

Buku ini merupakan kumpulan cerpen hasil karya I.R. Adi dan Ade Anita. Totalnya berjumlah delapan cerpen, tiga karya I.R. Adi dan lima karya Ade Anita.

Buku yang sederhana namun syarat makna. Begitulah kesan saya setelah membaca buku ini. Selain ukurannya mungil bahasanya pun mudah diresapi dan dipahami. InsyaAllah.

Adapun judul-judul cerpen pada buku ini yaitu: (1) Seandainya Hari ini, Hari yang Terakhir. (2) Janganlah Menangis Evita. (3) Mencari Cinta Sejati. (4) Selamat Malam Kabutku Sayang. (5) Ketika Cinta Menyapa. (6) Kupu-Kupu dan Adelia. (7) Setangkai Kasih. Dan, (8) Bantulah Aku untuk Berdiri.

Secara garis besar hampir semua cerpen dalam buku ini pada tiap tokoh utamanya mempunyai kondisi yang sama yaitu masa lalu yang kurang baik dan suram. Tapi singkat cerita dipertengahan alur cerita mereka menginsyafi semua kesalahannya. Lalu melakukan perbaikan diri. Sehingga alur cerita pun berakhir dengan rasa penyesalan yang mendalam dan ada juga kebahagiaan yang sangat dari si tokoh utama.

Berikut adalah beberapa kutipan yang bisa kita ambil sebagai hikmah dari setiap cerpen yang ada di buku ini.

Agama adalah pelita bagi seseorang yang menjadikannya utuh sebagai pegangan hidup. Namun akan menjadi bumerang yang menghancurkan jika dipahami hanya sepotong-sepotong dan ditafsirkan sesuka hati untuk membenarkan perilaku kita yang berseberangan dengan esensinya. (Hal. 25)

Masa lalu adalah masa lalu, kita tidak bisa menghilangkannya dengan mutlak yang terpenting adalah apa yang kita lakukan pada hari ini dan hari yang akan datang. (Hal. 74)

Manusia dinilai bukan dari masa lalunya, tapi dari apa yang dilakukannya hari ini dan rencananya dimasa depan. Metamorfosa inilah yang mengantarkan kehidupan menjadi lebih bermakna. (Hal. 127)

Ya Allah bantulah aku agar dapat meluruskan niatku dalam melakukan sebuah perbuatan, agar semuanya bernilai disisiMu dengan Kau ridhoMu. (Hal. 191)

Keunggulan buku ini terletak pada desain cover dan layout penulisannya. Ilustrasi pada cover sesuai dengan judul yang diangkat. Yaitu seorang lelaki yang memandangi kabut malam dari teras rumahnya. Begitu pun layout tertata dengan rapi. Dan yang menjadi kekurangan adalah tidak adanya kata pengantar padahal hal ini sangat penting untuk sebuah buku. Karena dengan adanya kata pengantar setidaknya pembaca bisa tahu tujuan khusus ditulisnya sebuah buku.

Buku ini sangat cocok untuk kalangan remaja dan dewasa. Dengan tutur bahasa penulisan yang mudah dipahami. Dan latar belakang cerita dari setiap cerpen yang merupakan pengejewantahan dari kondisi sosial yang secara umum sering terjadi di masyarakat kita khususnya dalam cerita ini, Pulau Jawa. Semoga bisa menjadi renungan dan menjadi hidayah atau hikmah bagi saudara-saudara kita yang sampai saat ini masih mengalami nasib seperti cerita-cerita yang ada pada cerpen ini. Amin.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: