Setiawan as-Sasaki

Home » RESENSI BUKU » Menjadi Muslim Sejati

Menjadi Muslim Sejati


Sumber: proumedia.co.id

Sumber: proumedia.co.id

Oleh: R. Setiawan

Judul Buku      : Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim
Penulis              : Salim A. Fillah
Penerbit           : Pro-U Media
Terbit                : 2007
Cetakan            : Ke-10, Oktober 2012
Tebal Buku      : 396 Halaman
ISBN                  : 979-1061-03-3

Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim. Ya, inilah karya best seller kelima Salim A. Fillah yang diterbitkan oleh Pro-U Media. Dan buku ini juga merupakan naskah guide-core, panduan mula bagi karya-karya best seller yang telah diterbitkan sebelumnya, -Nikmatnya Pacaran Setelah Pernikahan, Agar Bidadari Cemburu Padamu, Gue Never Die, dan Bahagianya Merayakan Cinta-

Bagi saya setiap membaca buku Salim A. Fillah selalu memberi kesan tersendiri. Pokoknya menambah khasanah keislaman kita dan menginsiparasi deh..! Selain karena luasnya referensi beliau dalam menulis sebuah buku. Bahasanya pun indah nan mempesona yang merupakan perpaduan dalil dengan kisah, norma dengan hikmah dan berbalut sastra memikat.

Dan perlu diketahui juga sampai saat ini Salim A. Fillah telah menelurkan delapan karya yang kesemuanya sudah best seller kecuali bukunya yang terakhir. Maklum baru terbit. Dan kesemuanya pun diterbitkan oleh Pro-U Media. Tiga judul karya selanjutnya selain yang saya telah sebutkan sebelumnya, yaitu: Jalan Cinta Para Pejuang, Dalam Dekapan Ukhuwah dan Menyimak Kicau Merajut Makna.

Menjadi muslim adalah menjadi kain putih. Lalu Allah mencelupnya menjadi warna ketegasan, kesejukan, keceriaan, dan cinta, rahmat bagi semesta alam. Aku jadi rindu pada pelangi itu, pelangi yang memancarkan celupan warna Ilahi, wahai Yang Maha Penyantun lagi Maha Penyayang..

Kebersamaan dalam ikatan aqidah akan mengikrarkan sebuah perjuangan untuk menegakkan aqidah itu. Tiada kemuliaan tanpa perjuangan. Sebuah kaidah telah digoreskan, bahwa aqidah ini adalah mulia, dan ia akan mulia dengan perjuangan para penegaknya. Wahai pejuang, perjuangan pertama yang harus kau tegakkan adalah melawan nafsu diri agar mampu bersabar dalam kebersamaan! (Hal. 93)

Islam memuliakan semua posisi. Kalau tak memungkinkan menjadi karang yang kokoh di dasar lautan, menjadi rumput nan lemah lembut yang tak goyah dipukul ribut pun tetap agung nilainya. Demi Allah, tidak ada halangan menjadi mulia dengan alasan posisi tak memadai. (Hal. 105)

Tidaklah suatu kaum berjumpa di suatu rumah dari rumah-rumah Allah, mereka membaca kitabullah, dan mempelajarinya di antara mereka, kecuali ketenangan turun kepada mereka, rahmat meliputi majelisnya, Malaikat menaungi mereka, dan Allah menyebut-nyebut mereka dengan bangga di depan malaikat-malaikat yang ada di sisiNya. (H.r. Muslim, dari Abu Hurairah)

Amal shalih, kata Sayyid Quthb, adalah buah alami dari keimanan, dan gerak yang bermula pada detik di mana hakikat keimanan itu menghunjam di dalam hati. Maka keimanan dan cinta padaNya adalah hakikat yang aktif dan energik. Begitu hakikat keimanan menghunjam dalam nurani, maka pada saat itu pula ia bergerak mengekspresikan dirinya di luar dalam bentuk amal shalih. (Hal. 171)

Menakjubkan sungguh urusan orang beriman. Segala perkaranya adalah kebaikan. Dan itu tidak terjadi kecuali pada orang yang beriman. Jika mendapat nikmat, ia bersyukur, dan syukur itu baik baginya. Jika ditimpa musibah dia bersabar, dan sabar itu baik baginya. (H.r. Abu Dawud & At Tirmidzi)

Sesungguhnya orang yang beriman itu adalah orang-orang yang ketika disebut asma Allah bergetarlah hati mereka, dan apabila dibacakan ayat-ayatNya atas mereka bertambahlah iman mereka karenanya. Dan kepada Rabbnya mereka bertawakkal. (Q.s. Al Anfal [8]: 2)

Standar hidup seorang mukmin menurut penulis tercover dalam hadits berikut. “Tiga kunci kebahagiaan seorang laki-laki: (1) Isteri shalihah yang jika dipandang membuatmu semakin sayang, jika kamu pergi membuatmu merasa aman karena bisa menjaga kehormatan dirinya dan hartamu. (2) Kendaraan yang baik yang bisa mengantar ke manapun pergi. Dan, (3) Rumah yang lapang, damai, penuh kasih sayang..” (H.r. Abu Dawud)

Buku ini sangat layak dibaca bagi kita semua kaum muslimin secara umum yang saat ini sedang mengalami krisis identitas keislaman. Baik kalangan remaja, dewasa maupun tua. InsyaAllah cocok deh. Kenapa? Karena dibuku ini dipaparkan begitu banyak hal-hal yang belum kita ketahui tentang bagaimana sih seorang muslim itu. Mulai dari hal-hal terkecil sampai ke hal-hal yang sifatnya universal.

Dan saya yakin jika pembaca benar-benar menghayati dalam membaca buku ini. Maka ada satu hal yang akan kita katakan setelah selesai membacanya. “Saya bersyukur dan bangga menjadi seorang muslim, maka saksikan bahwa Aku seorang muslim.”

Advertisements

3 Comments

  1. Semut lewat says:

    dmana tmpat beli bukunya?

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: