Setiawan as-Sasaki

Home » CATATAN HATIKU » Romantis Itu

Romantis Itu


Romantis itu, ketika engkau mencintai seseorang dalam diam. Ia tidak tahu bahwa engkau mencintainya. Seperti kisah cintanya Ali bin Abi Thalib dan Fatimah az Zahra yang suci dan menyejarah. Cukuplah ia menjadi pemberi inspirasi bagimu untuk setiap kebaikan yang tampak darinya. Agar engkau menjadi insan yang lebih baik. Kelak, apakah dia tahu atau tidak bahwa engkau mencintainya. Itu tidaklah penting. Yang terpenting adalah engkau tetap menyimpan dan tidak mengungkapkan rasa itu demi keridhaanNya. Dan biarlah Allah yang menentukan. Karena yang baik menurut kita belum tentu baik menurut Allah. Jadi, berjodoh atau tidak nantinya dengan yang engkau cintai itulah jalan terbaik yang Allah karuniakan padamu. Dan engkau pun mensyukuri yang Allah tetapkan itu dengan hati yang ikhlas.

Romantis itu, ketika engkau ada sebuah agenda. Dan engkau mendapat undangan untuk mengikutinya. Lalu engkau tidak menghadirinya tersebab ada agenda lain yang lebih penting tanpa konfirmasi kepada yang mengundangmu terlebih dahulu. Tapi ia yang mengundang, saat bertemu keesokan harinya denganmu hanya tersenyum manis. Dan engkau pun meminta maaf serta menceritakan alasan kenapa engkau tidak menghadiri agenda tersebut. Dengan santai ia menjawab, “Tidak apa-apa saudaraku, tidak hadirnya engkau pada agenda yang ku hajatkan pasti karena engkau mempunyai agenda yang lebih penting.” Engkau pun tersipu malu dan tersenyum. Dalam hati engkau berucap “Alhamdulillah; segala puji bagi Allah. Betapa bahagianya diri ini mempunyai saudara seperti mu.”

Romantis itu, ketika ibumu selalu memberi nasihat. Dan engkau pun mentaatinya. Karena engkau tahu bahwa dengan mentaati semua nasihat ibumu. Ridha dan barakahNya akan selalu menemani segala aktivitasmu. Tersebab surga berada di telapak kakinya. Madrasah pertama bagi seorang anak. Ia adalah orang yang paling berhak untuk kita berbuat baik padanya seperti yang tercantum dalam hadits riwayat Bukhari dan Muslim; Rasulullah berucap; tiga kali menyebut ibu dan satu kali ayah; berbuatlah baik pada ibumu, ibumu, ibumu lalu ayahmu. Dan doa ibu sangat makbul.

Romantis itu, ketika engkau mempunyai saudara perempuan. Yang awalnya belum masuk tarbiyah. Tapi karena dakwah fardiyahmu yang gigih ia pun luluh hatinya. Dan perlahan ikut di jalan dakwah ini. Engkaupun tidak sendirian lagi. Dalam proses dakwah di lingkungan keluarga dan kerabatmu. Mewarnai dengan cahaya Illahi pun lebih mudah engkau lakukan karena ada yang mendukung dan menemanimu. Dalam hati engkau pun berucap, “Ah betapa bahagianya diri ini.”

Romantis itu, ketika seorang ustadz menasihatimu. Akh saya mencintai antum karena Allah. Semoga tetap semangat dalam menjalani segala ujian yang datang dariNya. Ingat bahwa ujian besar yang menimpa adalah bukti cinta Allah kepada tiap hambanya. Oleh karena itu jalanilah ia dengan sabar. Sampai ujian itu menjauh dari antum.

Selasa, 16 April 2013
Pukul 12.07 di Masjid Baabul Hikmah Universitas Mataram

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: