Setiawan as-Sasaki

Home » RESENSI BUKU » Renungan-Renungan Singkat Penuh Inspirasi

Renungan-Renungan Singkat Penuh Inspirasi


Sumber: proumedia.co.id

Sumber: proumedia.co.id

Judul Buku      : Menyimak Kicau Merajut Makna
Penulis              : Salim A. Fillah
Penerbit           : Pro-U Media
Terbit                : 2012
Cetakan            : Ke-1, 2012
Tebal Buku      : iv + 404 Halaman
ISBN                  : 979-1273-96-0

Membaca buku ini terasa seperti kita sedang membaca dua buah buku fenomenal yang sudah ada; Lâ Tahzan karya Syaikh Dr. ‘Aidh al Qarni dan Shaid Al-Khâtir karya Imam Ibnu al Jauzi. Kenapa? Karena dari segi metode penulisan dan isi yang disampaikan memiliki beberapa kesamaan; tanpa sub bab dan berdasarkan pengalaman ruhaniyah si penulis sebagai seorang dai. Walaupun memang dari segi ruh tulisan buku ini masih berbeda jauh dari kedua karya fenomenal tersebut.

Alhamdulillah dari ke-8 buku fenomenal karya Ust. Salim A. Fillah, lima diantaranya sudah saya baca; Jalan Cinta Para Pejuang, Saksikan Bahwa Aku Seorang Muslim, Agar Bidadari Cemburu Padamu dan Dalam Dekapan Ukhuwah. Satu hal yang selalu muncul di benak pikiran saya setiap selesai membaca buku karyanya; betapa luas referensi yang digunakan. Sehingga terpikir pada diri, berapa kitab Aqidah dan Tauhid, kitab Ibadah, kitab Tazkiyatun Nafs, kitab Fiqh, kitab Hadits, Shiroh, Tafsir, Fatwa-Fatwa Terkini dan Novel yang telah dibaca oleh Salim A. Fillah untuk setiap bukunya?

Renungan-renungan singkat di sela-sela aktifitas penulis sebagai seorang dai. Itulah ide besar mengenai inspirasi-inspirasi yang tertuang dalam buku ini. Tercatat sekedar untuk direnungi. Terutama oleh pengicaunya dan kita para pembaca yang berkenan untuk membersamai muhasabahnya.

Banyak membicarakan hal tak berguna adalah isyarat bahwa kelak kita kan direpotkan hal-hal tak bermakna. Keterkejutan kelak, bagi hamba yang ceroboh bicara. Sebab kata yang dia anggap biasa, bisa saja menelungkupkan dirinya ke neraka. Orang yang belum selesai dengan diri sendiri, sulit sekali mencetuskan inspirasi. Panjangnya bicara hanya meletihkan penyimaknya. (Hal. 25)

Ya Allah, ampuni aku sebab mengaku ikhlas beramal karenaMu, tapi masih saja ada selainMu menyelinap dalam hatiku. Ya Allah, ampuni aku sebab mendaku bertaubat, namun masih sering tergelincir kembali pada dosa yang sama. Ya Allah, ampuni aku sebab kadang masih menyesali kesempatan bermaksiat yang terlewat. (Hal. 80)

Hari ini; berdenyut lancar jantung dan nadi, tapi zikir di hati sedikit sekali. Moga Allah mengampuni. Hari ini; sejuk segar dan nafas pun lancar, tapi keshalihan tak banyak terpancar. Moga Allah mengampuni. Hari ini; bergerak kian kemari, berbuat itu dan ini; entahkah sudah membaikkan sesama dan diri. Moga Allah ampuni. (Hal. 157-158)

Tangis karena Allah itu embun yang membasuh bunga ruhani. Senyum adalah hangat sinaran yang memekarkannya. Suci. Jelita. Insan memandang wajah, maka penampilan kita perindah. Allah menatap hati, maka gandakan perawatan agar ia rapi dan suci. (Hal. 217)

Ya Allah; jadikan sebaik-baik umur kami ialah akhirnya, sebaik-baik amal kami di penutupnya, sebaik-baik hari kami ialah saat menghadapMu. (Hal. 401)

Kekuatan utama buku ini terletak pada gaya bahasa penulisannya yang khas; perpaduan antara dalil, kisah dan berbalut sastra indah nan memesona yang telah terinternalisasi pada diri si penulis. Selain itu sebagian besar renungan-renungan yang terpapar dalam buku ini telah terealisasikan oleh penulisnya sendiri. Sehingga ruh dari kata-kata yang merupakan kumpulan tweet dari akun @salimafillah ini begitu kuat dan mengena untuk para pembaca. Selain itu, karena 100% royalti penjualan buku ini ditujukan untuk membantu Palestina dan Al-Aqsha. Berarti secara tidak langsung dengan membeli buku ini, selain dapat ilmu bermanfaat kita juga telah berinfak.

Sedangkan kelemahan buku ini hanya terletak pada bagian daftar isinya saja yang tidak memakai sub bab dalam penulisannya.

Hadirnya buku ini diharapkan bisa menjadi sumber inspirasi bagi banyak orang; kalangan remaja dan dewasa, khususnya para aktivis dakwah. Agar setiap yang di dakwahkan mendapat keberterimaan dari semua kalangan yang di dakwahi.

Akhirnya selamat membaca renungan-renungan singkat penuh inspirasi dari Ust. Salim A. Fillah. InsyaAllah akan ada banyak ilmu yang bisa kita dapatkan setelah menyaksamainya dengan sepenuh hati. Dan mari kita mengamalkan serta memuhasabahinya bersama.

 Oleh: Setiawan As-Sasaki
Selasa, 14 Mei 2013
Ba’da Shubuh di Islamic Centre Al-Hunafa’ Mataram  

Advertisements

1 Comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: