Setiawan as-Sasaki

Home » PUISI » Ruh-Ruh yang Disatukan Iman

Ruh-Ruh yang Disatukan Iman


Sumber: ardianfajar.files.wordpress.com

Sumber: ardianfajar.files.wordpress.com

Raut mukanya teduh dan menentramkan
Bersambut sesungging senyuman
Lalu, saling mendoakan dengan salam keselamatan
Lalu, tangan-tangan telah bersepakat ‘tuk berjabatan
Lalu, pipi bersambut pipi; penuh kehangatan
Dan kadang, pelukan bersambut pelukan
Ya, begitulah memang adanya di tiap perjumpaan

Ah, begitu indahnya persaudaraan karena iman
Ruh-ruh kita seperti seiya-sekata telah berkesepakatan

Dan Allah yang mempersatukan hati para hamba beriman
Begitu penggalan bunyi Qur’an surat Al-Anfaal ayat 63 terfirman
FirmanNya pun berlanjut, bahkan perbendaharaan bumi keseluruhan
Tak ‘kan mampu mengikat dan menghimpun hati-hati yang terpisahkan
Tapi Allah-lah yang menyatupadukan mereka hingga demikian

Sungguh memesonanya ruh-ruh yang disatukan iman
Maka, tak heran ketika cinta Salman al-Farisi tak berketerimaan
Ia begitu tenang; seperti tak ada kejadian dan permasalahan
Ketika melihat Abu ad-Darda’ disambut sang pujaan

Sungguh memesonanya ruh-ruh yang disatukan iman
Jika bertemu, melihat wajahnya saja sungguh menentramkan
Begitulah ungkap Ibnul Qayyim dengan penuh ketertakjuban
Saat jumpa guru tercintanya; Ibnu Taimiyyah yang mengesankan

Sungguh memesonanya ruh-ruh yang disatukan iman
Antara Ibnu ‘Abbas dengan Zaid ibn Tsabit; menyoal warisan
Dalam pendapatnya ada perbedaan, tapi tak jadi perselisihan

Sungguh memesonanya ruh-ruh yang disatukan iman
Ketika hujjah bertemu hujjah; pikiran dan pandangan
Walaupun berselisih dan jauhnya perbedaan
Tapi, tak menjadi perusak tali persaudaraan
Demikian, Malik ibn Anas dan Abu Hanifah terkisahkan

Sungguh memesonanya ruh-ruh yang disatukan iman
Maka, berkilaulah ungkapan sang Nabi yang tersabdakan
Ruh-ruh itu bagai pasukan yang dibariskan
Jika mereka saling mengenal maka ada kesepakatan
Jika mereka saling merasa asing, maka perselisihan
Begitu ungkap Imam al-Bukhari yang meriwayatkan

Maka dalam sejiwanya ruh-ruh yang disatukan iman
Hati-hati kita bermesra; bergandeng-gandengan
Walaupun sebelumnya belum ada kesepakatan
Dan semoga dengan sepenuh keimanan
Kita bisa saling menjaga dalam berketaatan
Doakan saja, ikhwah sekalian
Ya, kan?

Makanya, amin-kan…

***

Oleh: Setiawan as-Sasaki
Jum’at, 23 Agustus 2013
Tulisan ini terselesaikan di waktu sepertiga malam akhir
Saat-saat dimana mustajabnya doa ‘tuk terkabulkan
Bertempat di Asrama Mahasiswa UNRAM

Advertisements

4 Comments

  1. Zainal says:

    Subhanallah .. . . .

  2. Parlina Wi says:

    ya benar ruh yang sejiwa akan saling mengenali 🙂
    Alhamdulillah nemu juga ikhwan LDK yang ngeblog… 🙂 salam 🙂 provokasi keputrian juga biar akhwat rame ngeblog 🙂 kan bisa buat komunitas Akhwat blogger 🙂 bisa mungkin jadi agenda baru di LDK 🙂 *atau uda ada?

    • Jazakillah…Oh ya mbak, sebenarnya kader LDK UNRAM banyak yang punya blog, tapi karena kendala kesibukan. Jadinya, blog-blog yg ada ndak pernah ter-update tulisannya. Pun, dengan yang akhwat lebih banyak lagi yg berbakat di dunia tulis-menulis. Tapi, karena masih bingung mengoperasikan “wordpress, blogspot dkk”, jadinya ya tulisan-tulisan menggugah mereka ‘tak bisa kita nikmati…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: