Setiawan as-Sasaki

Home » PUISI » Di Jalan CintaNya Kita Terhubung

Di Jalan CintaNya Kita Terhubung


Sumber: janganmalesfiles.wordpress.com

Sumber: janganmalesfiles.wordpress.com

Jalan cinta ini begitu panjang
Dipenuhi onak dan duri, berjejer-jejer menghalang
Tapi dengan hadirnya, keteguhan iman diuji
Dan pada akhirnya, keteguhan iman pun terbukti
Maka Allah pun memberkahi dan meridhai
Keberadaan dan perjuangan kita di jalan ini

Jalan para Nabi kita adalah jalan cinta
Ungkap Jalaluddin Rumi dalam bait sya’irnya
Sya’ir pun berlanjut, kita adalah anak-anak cinta
Dan cinta adalah ibu kita

Karenanya, di jalan cintaNya kita terhubung
Dengan mereka; para anbiya’; bintang-bintang bergemilang
Di langit sejarah Islam yang tinggi menjulang

Disini, di jalan cintaNya kita terhubung
Maka duhai Rabbi
Ingatkan kami; para manusia yang lemah ini
Tentang hakikat di ciptakannya kami di dunia ini
Dari kisahnya Adam-Hawa yang mengawali
Pahit getir dan fananya dunia ini

Disini, di jalan cintaNya kita terhubung
Maka duhai Rabbi
Ingatkan kami tentang kesungguhan Nuh dalam berdakwah
Lalu, ajarkan kami adab berhujjah dari Ibrahim si khalil ullah
Lalu, tentang kokohnya iman si kecil Ismail yang berpasrah

Disini, di jalan cintaNya kita terhubung
Maka duhai Rabbi
Ingatkan kami tentang pentingnya solusi atas permasalahan yang ada
Dari kisahnya Ishaq dengan kedua putranya
Yaitu Ya’kub dan Ishu, yang selalu berselisih diantara keduanya
Lalu, ajarkan kami tentang rasa takut terhadap maksiat dan dosa
Dari kisahnya Yusuf yang digoda Zulaikha

Disini, di jalan cintaNya kita terhubung
Maka duhai Rabbi
Ingatkan kami tentang kesabaran yang mencahaya
Dari Ayyub yang ditimpa musibah nan begitu lama
Lalu, tentang kegigihan Musa mendakwahi si Fir’aun durjana
Lalu, tentang Sulaiman yang kayanya tak membuat terlena

Disini, di jalan cintaNya kita terhubung
Maka duhai Rabbi
Ingatkan kami tentang Yunus yang Engkau ijabah doanya
Agar kami bisa memahami hakikat pentingnya berdoa
Ketika musibah datang menyapa
Lalu, tentang kekuatan hati menghadapi fitnah dan cercaan
Dari kisahnya Maryam; ibunya Isa yang terkucilkan
Lalu, tentang semua peri kehidupan
Dari sesosok manusia nan agung termuliakan
Muhammad; sang Nabi dan Rasul penutup zaman

Maka, tersebab karuniaNya, berbahagialah kita
Dengan sepenuh harap dan rasa syukur kepadaNya
Atas anugerah terbesar setelah iman kita
Yaitu, berada di jalan cintaNya

***

Rabu, 5 Zulqa’dah 1434 H / 11 September 2013
Tulisan ini terselesaikan pukul 03:24 dini hari
Bertempat di Rusunawa UNRAM

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: