Setiawan as-Sasaki

Home » DAKWAH KAMPUS UNRAM

Category Archives: DAKWAH KAMPUS UNRAM

Benih-Benih Inspirasi


Sumber: 2.bp.blogspot.com

Sumber: 2.bp.blogspot.com

Nasihat adalah Islam itu sendiri. Sementara Islam dilakukan melalui ucapan dan perbuatan.
-Ibnu Bathol-

Ibarat buah matang yang terjatuh dari pohonnya. Ia pasti mempunyai biji di dalam buahnya. Yang kelak biji itu akan menjadi benih, lalu tumbuh dan menjadi besar seperti induknya. Ya, seperti itulah kekata yang terucap dari seseorang. Ia akan terekam oleh orang lain. Tercatat oleh pena. Terabadikan dalam sebuah catatan. Dan jadilah ia benih-benih inspirasi yang kelak akan tumbuh menjadi pohon inspirator bagi banyak orang yang ikhlas menyeksamai.

Inilah sebuah ilustrasi sederhana dari saya yang terangkai dalam sebuah paragraf singkat. Tapi semoga bisa mewakili betapa besarnya manfaat dari kekata yang telah terucap. Teruntuk antum wa antunna para penggiat dan penikmat dakwah. Semoga menuai barakah. Amin.

-Baca selengkapnya->

Advertisements

Musyawarah Umum PSI Al-Mujahidin Periode Kepengurusan 2012


Sumber: Awan's Collections

Sumber: Awan’s Collections

Kegiatan Musyawarah Umum merupakan momen yang ditunggu-tunggu oleh setiap kader. Pada kegiatan ini ditentunkan siapa Qiyadah baru yang akan melanjutkan estafet dakwah selanjutnya di D3 Fakultas Ekonomi. Dilaksanakan pada hari Minggu, 20 Januari 2012 pukul 08.00-15.30 bertempat di lantai II Perpajakan D3 Ekonomi.

Tema besar kegiatan ini yaitu “Pemimpin Baru, Semangat Baru.”

Adapun secara umum rangkaian-rangkaian kegiatan pada acara ini meliputi: 1) Lomba menulis surat harapan 2) Taujih 3) Laporan Pertanggungjawaban (LPJ) 4) Penyampaian saran, kritik dan rekomendasi 5) Pengumuman ketua baru.

Pemenang lomba menulis surat harapan untuk ketua baru yang terpilih diraih oleh akh Sudihardi.

Untuk taujih disampaikan oleh Ustadz Syawaluddin, SE. Materi yang disampaikan merupakan penjabaran dari tema besar kegiatan ini yaitu tentang kepemimpinan dan amanah. Dengan materi ini sedikit tidaknya akan memberi secercah motivasi dan semangat bagi kader-kader PSI berikutnya.

Rangkaian ketiga, penyampaian laporan pertanggungjawaban. Untuk kesempatan pertama diawalai dari Departemen Kaderisasi yang disampaikan oleh kadept ikhwan akh Nur Baehaqi Syamsu, Penerbitan; berhubung kadept. ikhwan dan co. akhwat tidak berkesempatan hadir maka diwakili oleh Rahmawati, Humas; Yudi Ardiansyah, Kanda; Ahsani Takwin, Sekretaris Umum; Novan Rizaputra, Bendahara; Elny Ulziyadah, Kokept; Rahmawati dan Ketua Umum; Sahroni Fajrin.

Setelah laporan pertanggungjawaban acara selanjutnya yaitu istirahat shalat makan (ishoma). Dan selesainya dilanjutkan dengan penyampaian saran, kritik dan rekomendasi untuk kepengurusan berikutnya. Pada sesi ini hampir semua kader PSI bersuara. Begitu banyak cerita, asa, rasa dan masalah yang disampaikan. Bahkan ada yang sampai mengeluarkan air mata ketika penyampain sekilas kondisi kepengurusan periode 2012 dari seorang akhwat. Tapi intinya kesimpulan akhir yang disampaikan oleh ketua umum demisioner mengatakan bahwa semoga dengan sugudang suara -saran, kritik dan rekomendasi- yang telah diutarakan kader tersebut dapat menjadi pembelajaran bagi kepengurusan berikutnya untuk menjadi lebih baik lagi.

Waktu begitu cepat berlalu, akhirnya acara yang ditunggu-tunggu pun tiba; pengumuman ketua baru. Surat Keterangan (SK) pun dibacakan oleh DPO -Iwan Ansori-. Dan alhamdulillah pada musyawarah  ini terpilih akh Novan Rizaputra sebagai ketua umum PSI Al-Mujahidin periode kepengurusan 2013.

Akhir kata, penulis mengucapkan semoga ketua terpilih diberikan kekuatan dan keistiqomahan untuk  mengemban amanah ini dengan sebaik-baiknya selama satu tahun kedepan. (Awan)

Jadilah Kader Militan!


Sumber: alymerenung.files.wordpress

Sumber: alymerenung.files.wordpress

Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu menolong (agama) Allah, niscaya Dia akan menolongmu dan meneguhkan kedudukanmu. (Q.s. Muhammad [47]: 7)

Berbicara tentang dakwah kampus maka kita tidak bisa terlepas dari pembahasan mengenai kader yang ada pada lembaga itu. Karena seperti apa lembaga dakwah bisa kita tahu dari bagaimana kadernya. Dakwah kampus dalam sebuah universitas saat ini sudah sangat luas sekali cakupannya. Sehingga membentuk KADER yang MILITAN adalah sebuah keharusan. Ini demi tetap terjaganya eksistensi dakwah di sebuah kampus.

Cakupan dakwah kampus terkait dengan sejauh mana kemajuan lembaga dakwah tersebut. Semakin berkembang dan maju maka cakupannya akan lebih luas. Yang saya maksud disini adalah kader-kadernya. Sebagai contoh Institut Teknologi Bandung (ITB). Di kampus ini dakwah kampusnya sudah tertata rapi. Di tiap program studi ada namanya Lembaga Dakwah Program Studi (LDPS), LDF untuk tiap fakultas dan LDK -Gamais ITB- untuk ditingkat Universitasnya. Selain itu ada yang namanya dakwah siyasi & Ilmy; KAMMI -eksternal kampus-, BEM dan lembaga-lembaga umum lainnya yang ada disebuah kampus. Serta sistem kaderisasinya malah menjadi standarisasi nasional untuk dakwah kampus di seluruh Indonesia. Berkembang dan maju kan…

Menjadi kader militan tentu tidak semudah membalikkan telapak tangan. Karena ia tidak menyangkut seorang individu melainkan banyak orang. Tentu tahapan-tahapan dan proses panjang harus dilalui dengan penuh keseriusan untuk mencapainya. Kalau kadernya sedikit mungkin tidak begitu susah untuk mewujudkan kemilitansian kader, tapi bagaimana jika jumlah kader dalam suatu lembaga dakwah banyak? Mungkinkah?

Fenomena inilah yang saya lihat di kampus tercinta kita; Kampus Seribu Cemara; Universitas Mataram. Kadang ketika kita mengikuti sebuah agenda dakwah yang dimana pematerinya adalah alumni dari kampus ini sungguh ketika penyampaian materi kadang-kadang dan mungkin keseringan kita terpukau dengan kemilintansian kader-kader terdahulu. Mereka, bisa saya katakan ditengah keterbatasan jumlah kader dan teknologi saat itu yang jauh berbeda dengan hari ini, tapi dakwah mereka sarat nilai perjuangan, pengorbanan dan  kesungguhan dibingkai hangatnya ukhuwah.

Dulu kami pergi liqa’ dan syura’ jalan kaki, untuk menginformasikan bahwa ada ta’limat, undangan syura’ atau bahkan acara besar kader harus berkunjung ke tiap-tiap kost dengan membawa kertas undangan; kertas A4 dibagi empat. Katanya dengan penuh semangat. Ya, begitu banyak cerita tentang milintasi dari kader-kader terdahulu. Pertanyaannya adalah kenapa sekarang banyak dari kita (baca: secara umum) tidak terlihat sedikitpun kemilitansian itu dalam meniti jalan dakwah ini. Dan walaupun ada tapi ala kadarnya saja. Apakah karena banyaknya kader sehingga semua ini bisa terjadi? Ataukah pemahaman kita tentang dakwah ini yang kurang? Ya kedua-duanya mungkin saja. Atau entahlah mungkin ada faktor lain.

Tapi yang terpenting sekarang adalah bukan terus membanding-bandingkan kader terdahulu yang militansinya luar biasa dengan kader sekarang yang kurang militansi. Lebih dari itu kita seharusnya memperhatikan dan memikirkan bagaimana sebaiknya. Lalu membuat blue print perkembangan kader mungkin. Atau strategi-strategi lainnya untuk mengatasi hal tersebut.

Karena…

Militansi adalah kemampuan mengkomparasikan seluruh pikir, sikap dan gerak hanya untuk memperjuangkan ide dan prinsip Islam. Sehingga seluruh elemen ruhiyah, fikriyah dan jasadiyah terfokus pada satu azzam, sesungguhnya shalatku, ibadahku, hidupku dan matiku hanya untuk Allah rabb semesta alam. Militansi juga merupakan wujud dari konsistensi dan komitmen seorang jundi atau kader dakwah. Seberapa besar kita bertahan dalam dakwah ini, seberapa besar kita dapat bertanggung jawab dalam janji-janji kita sebagai seorang muslim dan seberapa besar pula kita semangat untuk tetap mengharap ridhaNya. Ridha Allah ‘Azza wa Jalla, rabb penggenggam ruh manusia. (Agus Supriyadi)

Sesungguhnya Allah ‘Azza wa Jalla membeli dari orang-orang mukmin, baik diri maupun harta mereka dengan memberikan syurga untuk mereka. Mereka berperang di jalan Allah; sehingga mereka membunuh atau terbunuh, (sebagai) janji yang benar dari Allah di dalam Taurat, Injil, dan Al-Qur’an. Dan siapakah yang lebih menepati janjinya selain Allah? Maka bergembiralah dengan jual-beli yang telah kamu lakukan itu, dan demikian itulah kemenangan yang agung. (Q.s. At-Taubah [9]: 111)

Maka…

Teruntuk kita semua ADK Universitas Mataram, mari bangun komunikasi dan koordinasi serta senantiasalah berusaha semaksimal mungkin di wajihah manapun kita berada. Entah di LDK, MT, BEM, argUMent maupun yang lainnya. Mari kita bangun komitmen bersama dimulai dari diri sendiri, wajihah tempat kita berada dan selanjutnya lembaga yang ada diatas wajihah itu; jama’ah tarbiyah. Sehingga insyaAllah kader-kader militan itu akan terbentuk. Ini mimpiku untuk dakwah kampus kawan, Jadilah Kader Militan…! Wallâhu a’lam bish-shawab.

Ibnul Mubarak mengingatkan, “Betapa banyak amal yang kecil menjadi bernilai besar karena niat, dan betapa banyak amalan besar yang menjadi bernilai kecil karena niat.” Dari saya yang banyak khilaf; masih fakir dalam memahami dakwah; dan yang senantiasa butuh nasihat-nasihat. Semoga tulisan ini bermanfaat bagi diri saya dan untuk ikhwah semua yang membersamai di jalan ini.

Salam semangat dari saya untuk ikhwah sekalian.

Islamic Centre Al-Hunafa Mataram
17 Desember 2012, Ba’da Shubuh
Wassalam,

R. Setiawan (Sekretaris MT Al-Kahfi 2012 )